Efek samping menstrual cup yang paling sering disebut adalah luka ringan pada dinding vagina, reaksi alergi terhadap bahan silikonnya, dan dalam kasus yang sangat jarang, toxic shock syndrome (TSS). Sebagian besar efek samping ini muncul karena cara pakai yang kurang tepat, bukan karena produknya sendiri berbahaya.
Kalau kamu sedang mempertimbangkan mencoba menstrual cup, ada baiknya paham dulu risikonya sebelum membaca cara pakai menstrual cup yang benar, supaya bisa mengantisipasi sejak awal.
Seberapa Aman Sebenarnya Menstrual Cup
Menurut tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 43 studi dengan total 3.319 partisipan, menstrual cup memiliki profil keamanan yang baik. Penggunaannya tidak menunjukkan efek samping terhadap flora vagina dan tidak meningkatkan risiko infeksi sistemik maupun reproduktif secara signifikan.
Jadi secara umum, menstrual cup aman dipakai. Tapi "aman secara umum" bukan berarti nol risiko, terutama kalau cara pakainya keliru.
Efek Samping yang Perlu Diwaspadai
| Efek Samping | Penyebab Umum | Cara Mencegah |
|---|---|---|
| Luka ringan pada vagina | Cara memasukkan atau melepas yang terlalu kasar | Lakukan perlahan, gunakan sedikit pelumas berbasis air jika perlu |
| Reaksi alergi | Sensitivitas terhadap bahan silikon medis | Pilih cup berbahan silikon medis grade, hentikan pemakaian jika muncul gatal/kemerahan |
| Toxic Shock Syndrome (TSS) | Infeksi bakteri Staphylococcus aureus, dipicu cup dipakai terlalu lama tanpa dikosongkan | Kosongkan sesuai anjuran waktu pakai, jangan melebihi batas maksimal |
| Dislodge IUD (bagi pengguna KB spiral) | Tekanan vakum saat melepas cup | Konsultasi dokter dulu jika sedang memakai IUD sebelum mulai pakai menstrual cup |
Tentang Toxic Shock Syndrome
Menurut Alodokter, toxic shock syndrome disebabkan oleh infeksi bakteri Staphylococcus aureus yang masuk ke aliran darah dan memproduksi racun, kondisi ini bisa berakibat fatal kalau sudah menyebar ke berbagai organ tubuh. TSS memang lebih sering dikaitkan dengan pemakaian tampon, tapi dalam kasus yang sangat jarang, kondisi ini juga bisa terjadi pada pengguna menstrual cup, terutama kalau cup dibiarkan terpasang lebih lama dari anjuran.
Kabar baiknya, risiko ini bisa ditekan drastis dengan disiplin mengosongkan cup sesuai jadwal dan menjaga kebersihan tangan serta cup itu sendiri sebelum dan sesudah dipakai.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksa ke dokter kalau muncul demam tinggi mendadak, ruam kulit menyerupai kulit terbakar matahari, pusing berat, atau nyeri otot yang tidak biasa saat sedang memakai menstrual cup. Gejala-gejala ini bisa jadi tanda awal toxic shock syndrome yang butuh penanganan cepat.
Kekurangan yang Perlu Diketahui
Selain efek samping di atas, menstrual cup juga butuh proses belajar yang tidak instan. Sebagian orang perlu beberapa siklus haid sebelum benar-benar nyaman dengan teknik pemasangan dan pelepasannya, dan ini bisa terasa merepotkan di awal dibanding produk yang sudah familiar.
Pertanyaan yang Sering Ditanyakan
Apakah menstrual cup lebih berisiko dibanding pembalut biasa?
Secara studi, tidak. Risiko efek sampingnya tergolong jarang dan sebagian besar terkait cara pakai yang keliru, bukan produknya sendiri.
Apakah semua orang bisa memakai menstrual cup dengan aman?
Sebagian besar bisa, tapi yang memakai IUD sebaiknya konsultasi dokter dulu karena ada risiko dislodge saat melepas cup.
Berapa lama maksimal menstrual cup boleh dipakai tanpa dikosongkan?
Umumnya dianjurkan tidak lebih dari 8-12 jam, tergantung petunjuk pemakaian dari masing-masing produk.
Apakah reaksi alergi terhadap menstrual cup umum terjadi?
Tergolong jarang, karena sebagian besar menstrual cup berbahan silikon medis yang dirancang minim reaksi alergi, tapi tetap bisa terjadi pada individu tertentu.
Apa tanda toxic shock syndrome yang harus diwaspadai?
Demam tinggi mendadak, ruam kulit, pusing berat, dan nyeri otot tidak biasa. Kalau muncul gejala ini saat memakai menstrual cup, segera lepas dan periksa ke dokter.
Kesimpulan
Menstrual cup tergolong aman berdasarkan studi, tapi efek samping seperti iritasi ringan sampai toxic shock syndrome tetap ada meski jarang, dan sebagian besar bisa dicegah dengan disiplin waktu pakai dan kebersihan. Kalau kamu merasa risiko ini terlalu banyak dipikirkan atau belum siap dengan proses belajarnya, tidak ada salahnya coba pembalut kain sebagai alternatif yang cara pakainya lebih familiar tapi tetap ramah lingkungan.



